Pengumuman

FOCUS GROUP DISCUSSION (FGD) PENELUSURAN SUMBER SEJARAH MORFOLOGI KOTA BANDUNG ABAD XIX – XX DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA BANDUNG

Artikel Telah Dibaca 32 Kali

Pada Hari ini Rabu Tanggal 25 Bulan Oktober Tahun 2017 bertempat di The Garden Cipaku Hotel telah dilaksanakan Focus Group Discusion (FGD) Penelusuran Sumber Sejarah Morfologi Kota Bandung Abad XIX-XX di Lingkungan Pemerintah Kota Bandung yang dihadiri sebanyak 90 orang.
Adapun beberapa hal yang dihasilkan dalam Focus Group Discusion (FGD) Penelusuran Sumber Sejarah Morfologi Kota Bandung Abad XIX-XX di Lingkungan Pemerintah Kota Bandung adalah sebagai berikut:

– Sumber sejarah merupakan sejarah yang sebagaimana telah terjadi, yang kemudian menjadi ilmu sejarah, dan kemudian dikisahkan.
– Sejarah berbicara mengenai masa lampau.
– Pada dasarnya sejarah merupakan perdebatan masa lampau.
– Arsip tidak dapat dipahami hanya dengan melihat kondisi saat ini.
– Sejarah dapat dilihat dari dokumen atau arsip.
– Morfologi Kota Bandung merupakan milik masyarakat Kota Bandung. Untuk bisa menghadirkan sejarah sebagaimana ia terjadi, kita akan mendapatkan jejak historis, kemudian menjadi sumber.
– Tidak setiap peristiwa meninggalkan jejak sejarah.
– Semua sumber sejarah tidak hanya ditemukan di suatu tempat, namun ada di berbagai tempat. Dokumen atau arsip merupakan sumber sejarah. Arsip terdapat dimana-mana.
– Sumber sejarah dianalisis (dikritisi) oleh para sejarawan untuk membuktikan bahwa sumber tersebut otentik.
– Tidak ada suatu kota yang mempunyai nama sama setiap waktu.
– Kabupaten Bandung dibentuk oleh Mataram pada 20 April 1641 di Krapyak. Pada 1677 Priangan diserahkan pada VOC. Hingga tahun 1799 di bawah kekuasaan VOC.
– 1808-1811 di bawah Daendles membangun de groote posweg dari Anyer-Panarukan.
– Pusat pemerintahan kabupaten dipindahkan ke wilayah yang bernama Kota Bandung.

– Arsip statis merupakan arsip sejarah yang tidak boleh dimusnahkan.
– Cikal bakal Kota Bandung bukan dari Ujungberung, yakni pada 1906 setelah menjadi heminteu. Peta tertua kota bandung 1826 yang pada awalnya 100ha. Terakhir perkembangan kota bandung 1987 dengan mengambil Cimahi.
– Secara metodologi, Cimahi tidak terkait dalam Kota Bandung, tapi apabila berbicara tentang Bandung Raya, Cimahi terkait, karena merupakan benteng militer. Untuk menyerang musuh dari arah Barat. Rancaekek dari arah timur, Soreang dari selatan. Kota Bandung tidak memiliki benteng pertahanan.
– Kota Bandung dapat mempertahankan sejarah dengan memelihara bangunan-bangunan heritage.
– Pendopo dibangun oleh Wiranata Kusumah ke-II, tidak tepat sesuai dengan perintah Daendles. Hal tersebut merupakan sebuah pembangkangan. Titik nol kilometer tidak ditempatkan di Pendopo.



Bidang Sistem Teknologi Informasi Perpustakaan dan Kearsipan

No Comments

    Leave a reply