Pengumuman

Pengklasifikasian Data Arsip Dinamis dan Statis melalui SIKD dan SIKS

Artikel Telah Dibaca 291 Kali

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Bandung menggelar rapat internal mengenai persiapan pengklasifikasian data arsip melalui aplikasi SIKD dan SIKS pada Hari Kamis tanggal 16 Maret 2017 bertempat di ruang rapat Dispusip lantai 3 (Jl. Seram No. 2, Bandung).

‘Apakah yang dimaksud dengan SIKD dan SIKS itu sendiri ?’

Menurut Undang-Undang Republik Indonesia No. 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan, jenis arsip dibedakan menjadi arsip dinamis dan statis. Arsip dinamis merupakan arsip yang digunakan secara langsung dalam kegiatan pencipta arsip dan disimpan selama jangka waktu tertentu. Contohnya : Surat yang masuk ke suatu lembaga atau instansi tertentu.

Sedangkan Arsip Statis merupakan arsip yang dihasilkan oleh pencipta arsip karena memiliki nilai guna kesejarahan, telah habis retensinya dan berketerangan dipermanenkan yang telah diverifikasi baik secara langsung maupun tidak langsung. Contohnya : Teks proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia.

Jadi program SIKD (Sistem Informasi Kearsipan Dinamis) dan SIKS (Sistem Informasi Kearsipan Statis) merupakan sebuah sistem kearsipan berbasis teknologi informasi.

Saat memberikan sambutan pada kegiatan ini, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bandung Bapak Drs. H. Herry Moch. Djauhari, MM sangat mendukung dengan diadakannya kegiatan tersebut, karena menurut beliau arsip merupakan bagian yang sangat penting.

“Sesuai dengan PP Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah yang mewajibkan untuk mengurusi mengenai kearsipan pada tingkatan Kabupaten dan Kota melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan maka dapat dipastikan bahwa arsip ialah bagian yang sangat penting. Contohnya pengadilan dapat memutuskan suatu perkara bila tersedia arsip yang mendukung mengenai perkara tersebut,” ucapnya.

Pendapat serupa pun diutarakan oleh Kepala Bidang Pengelolaan Kearsipan Bapak Ir. Yodi Kosyadi, Msi saat ditemui usai kegiatan. Beliau menyebut sistem ini merupakan sistem yang smart yang bisa digunakan sebagai tata cara pengelolaan arsip kearah digital dan berharap di masa yang akan datang sistem ini harus menjadi kendaraan seluruh Kota Bandung agar tertatanya masalah kearsipan. Berikut cuplikan wawancara dengan Kepala Bidang Pengelolaan Kearsipan.

Bidang Sistem Informasi Perpustakaan dan Kearsipan-,

No Comments

    Leave a reply