Pengumuman

RAPAT SISTEM LAYANAN INFORMASI PERPUSTAKAAN

Artikel Telah Dibaca 48 Kali

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Bandung merupakan suatu kesatuan yang utuh, dimana setiap unsurnya memiliki peran masing-masing yang saling mendukung satu sama lain. Perpustakaan merupakan tempat untuk mengelola koleksi bahan pustaka, yang didalamnya bukan hanya dijadikan sebagai tempat mencari ilmu pengetahuan ataupun informasi dan budaya literasi, tetapi juga harus bisa menjadi tempat rekreasi.

Dalam mendukung agar hal tersebut terealisasi dengan baik, Dispusip Kota Bandung melakukan pembahasannya dalam rapat sistem layanan informasi perpustakaan yang diselenggarakan pada hari Rabu, tanggal 19 April 2017 bertempat di ruang rapat lantai 3 gedung Dispusip (Jalan Seram No. 2) Kota Bandung.

Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan jumlah pemustaka atau pengunjung  yakni dengan mengupayakan kegiatan promosi perpustakaan, misalnya melalui brosur, spanduk, banner, pamflet, running text dan media sosial. Selain itu dapat juga mengadakan kegiatan lain seperti festival, pameran maupun bazaar.

Dispusip Kota Bandung akan terus berupaya agar bisa menjadi tempat rujukan bagi para pencari bahan pustaka (pemustaka). Misalnya para pelajar atau mahasiswa yang membutuhkan buku rujukan untuk tugas dapat menemukannya di Dinas Perpustakaan Kearsipan (Dispusip) Kota Bandung.

Jumlah buku yang ada di Dispusip Kota Bandung saat ini kurang lebih berjumlah sekitar 66.000 (enam puluh enam ribu) eksemplar, meskipun idealnya perpustakaan kota seharusnya memiliki minimal 50.000 (lima puluh ribu) judul buku atau sekitar 500.000 (lima ratus ribu) eksemplar.

Namun demikian, Dispusip Kota Bandung melalui seksi penyediaan dan pengolahan bahan pustaka selalu melaksanakan pengadaan bahan pustaka setiap tahunnya, yang dalam setiap pengadaannya membeli minimal sekitar 6.500 (enam ribu lima ratus) eksemplar buku.

Dispusip Kota Bandung akan terus melakukan promosi guna memunculkan daya tarik yang dapat membuat pengunjung tertarik untuk datang dan betah berlama-lama membaca di perpustakaan dengan salah satunya yaitu penambahan fasilitas yang diberikan seperti free (gratis) Wi-Fi.

Selain itu juga program-program seperti mengundang komunitas, Taman Bacaan Masyarakat (TBM), kunjungan sekolah-sekolah dan pengunjung lain untuk datang ke perpustakaan dengan membuat jadwal kunjungan rutin. Program jemput pemustaka, terutama bagi pemustaka difabilitas dan bagi siswa sekolah juga rencananya akan dilaksanakan disamping Mobil Unit Perpustakaan Keliling (MUPK) yang terus beroperasi ke tiap sekolah di Kota Bandung serta pelayanan di Car Free Day (Dago, Buahbatu dan Carrefour Kiaracondong).

Program yang sudah lama hilang, seperti Gebyar Sumbangan Buku dari Pegawai Negeri Sipil (PNS), One Family One Book, dan lain sebagainya rencananya juga akan kembali digerakkan. Semua program tersebut diharapkan berjalan secara baik dan lancar guna upaya meningkatkan budaya literasi (minat baca) dan jumlah pemustaka/pengunjung perpustakaan naik setiap tahunnya.

Editor's choice 2017
No Comments

    Leave a reply