Pengumuman

Ridwan Kamil : “Budaya Literasi Menjadi yang Utama Dibanding dengan Budaya Bicara di Media Sosial”.

Artikel Telah Dibaca 221 Kali

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bandung turut berpartisipasi dalam kegiatan Pesta Buku Bandung 2017 berlokasi di Braga Landmark yang berlangsung dari tanggal 2 Maret sampai dengan 8 Maret 2017 yang diselenggarakan oleh Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI). Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Bandung menyediakan stand (tempat) untuk menampilkan video tayangan Kota Bandung tempo dulu hingga Bandung saat ini sebagai bukti sejarah perkembangan Kota Bandung. Selain tampilan video, Dispusip Kota Bandung juga memfasilitasi para pengunjung dengan buku-buku yang dapat dibaca. Hal tersebut bertujuan untuk melaksanakan program minat budaya baca yang selama ini dinilai sangat kurang.

Hal tersebut juga ditanggapi oleh Bapak Wali Kota Bandung Moch. Ridwan Kamil saat memberikan sambutan pada acara Pesta Buku Bandung 2017 tersebut. Beliau prihatin tingkat budaya baca di Indonesia yang diakuinya sangatlah rendah. “Budaya literasi di Indonesia jelek, Indonesia menempati urutan ke 60 dunia dalam hal minat baca. Masyarakat Indonesia rata-rata hanya membaca sebanyak 27 lembar pertahun, itupun hanya buku tabungan,” ujarnya sambil sedikit bercanda. “Semua ini sebagai tanda minat baca dan kesenangan masyarakat Indonesia terhadap membaca sangatlah rendah, maka dari itu kecerdasan masyarakat Indonesia kurang maksimal”, tuturnya.

Wali Kota Bandung sangat mendukung acara ini untuk menumbuhkan lagi literasi dikalangan masyarakat Kota Bandung, hal ini sejalan dengan program Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bandung, karena sekarang budaya literasi terkikis oleh budaya bicara di media sosial.

“Saya sangat mendukung dan senang dengan acara ini karena akan menumbuhkan lagi budaya literasi atau membaca dikalangan masyarakat Kota Bandung, tujuannya sejalan dengan program Pemerintah Kota Bandung melalui Dispusip Kota Bandung untuk menjadikan budaya literasi menjadi yang utama dibanding dengan budaya bicara di media sosial”, ucapnya.

Pria yang akrab disapa Kang Emil ini  juga melihat media sosial sangat berpengaruh dalam merubah mainset (pola pikir) masyarakat. “Saya melihat media sosial menjadi salah satu faktor yang berpengaruh dalam merubah pola pikir masyarakat”. Ridwan Kamil juga menegaskan media sosial itu bukan budaya tulisan, tetapi merupakan budaya ngobrol. “Kelemahan kita lebih cenderung menyukai media sosial dibanding membaca atau menulis, harus diingat media sosial itu bukan budaya tulis tapi budaya ngobrol yang berbentuk teks pendek, lihat saja sekarang banyak yang pegang handphone dibanding pegang buku”, tambahnya.

Melihat fenomena seperti ini, Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bandung berencana akan membuat Taman Baca bekerja sama dengan IKAPI untuk menumbuhkan lagi minat baca khususnya masyarakat di Kota Bandung. Selain itu Pemerintah Kota Bandung  juga sudah menjalankan program perpustakaan disetiap kelurahan yang ada di Kota Bandung.

“Saya berharap dengan  komitmen Pemerintah Kota Bandung dengan membangun banyak perpustakaan dapat mengembalikan budaya baca di masyarakat Indonesia sejak usia dini juga guna meningkatkan rangking Indonesia agar terus naik dalam hal minat membaca”. Tutup Ridwan Kamil.

 

 

Bidang Sistem Teknologi Informasi Perpustakaan dan Kearsipan

No Comments

    Leave a reply